Sunday, March 21, 2010

Tentang Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi

PENGINDERAAN JAUH : 

Penginderaan jauh (remote sensing) diartikan sebagai ilmu, seni, dan teknik untuk mendeteksi suatu gejala alam dan sosial budaya di permukaan bumi dari Jarak jauh dengan menggunakan alat Penginderaan berupa sensor buatan, serta tidak ada kontak langsung dengan objek yang dikaji. penginderaan jauh merupakan suatu Sistem yang terdiri atas serangkaian komponen-komponen yang terbagi dalam subsistem-subsistem.

SUBSISTEM PENGINDERAAN JAUH ADA 2 YAITU: 

1) Subsistem perolehan data, terdiri atas tenaga, proses, perekaman, dan keluaran (hasil). 
2) Subsistem penggunaan data, meliputi masukan data, proses dan keluaran .

DATA HASIL TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH ADALAH FOTO UDARA DAN CITRA: 
1) Foto udara diperoleh melalui pemotretan menggunakan sensor kamera yang di pasang pada wahana terbang, seperti pesawat terbang, helikopter, dan sebagainya. 
2) Citra diperoleh dengan menggunakan sensor berupa scanner(Penyiam). Sensor tersebut Biasa dipasang pada Satelit.

MANFAAT PENGINDERAAN JAUH: 

1)Bidang Geologi, Geodesi, dan Lingkungan. Hasil penginderaan jauh yang berupa citra Landsat, Geosat, dan SPOT di manfaatkan sebagai berikut: 
a)pemetaan permukaan bumi menggunakan foto udara atau citra. selain itu berguna juga untuk SIG (Sistem Informasi Geografi). 
b)Menentukan struktur Geologi dan macam-macamnya. 
c)Pemantauan daerah bencana, seperti banjir, gempa bumi, atau kebakaran, dan pemantauan debu vulkanik. 
d)Pemantauan distribusi Sumber Daya alam. seperti hutan atau Bahan tambang. e)Pemantauan pencemaran air laut dan lapisan minyak di laut. 
f)Pemantauan di bidang militer atau Pertahanan.

2)Bidang Hidrologi, Hasil penginderaan jauh yang berupa citra landsat, ERTS, dan SPOT dimanfaatkan sebagai berikut:a)Pemantauan daerah dan kekuatan banjir. b)Pemantauan daerah aliran Sungai dan pemeliharaan Sungai. c)Pemetaan Sungai dan penelitian endapan di Sungai.

3)Bidang Oceanografi, Hasil penginderaan jauh yang berupa citra seasat dimanfaatkan sebagai berikut:a)Pengamatan sifat Fisis laut, misalnya kadar garam. b)Pengamatan pasang surut dan gelombang laut. c)Mencari Lokasi suhu permukaan. d)Penelitian erosi, sedimentasi, dan perubahan pantai.

4)Bidang meteorologi, Hasil penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dalam bidang meteorologi sebagai:a)Pengamatan Pola atau Sistem Angin permukaan. b)Pengumpulan data klimatologi dan meteorologi. c)Pengamatan iklim suatu daerah dengan mengamati tingkat kondensasi dan kandungan air di dalam udara. d)Membantu menganalisis dan prakiraan cuaca dengan menentukan daerah tekanan tinggi dan tekanan rendah, daerah hujan, daerah basah, serta daerah siklon.

INTERPRETASI DATA HASIL TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH:

Langkah interpretasi dan analisis data hasil penginderaan jauh, yaitu:
1)Deteksi atau Pengenalan Awal, Tahap ini diawali dengan melihat foto udara secara keseluruhan. Bagi wujud yang sama ditarik garis batas(delineasi). 
2)Identifikasi (Interpretasi), Interpretasi dalam rangka pengenalan objek pada citra dapat diartikan sebagai pengejaan ciri-ciri yang ada pada foto udara. 
3)Pengenalan Akhir, Tahap ini merupakan tahap Penyimpulan hasil Interpretasi.

KUNCI INTERPRETASI: 

Berikut ciri data penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk kunci Interpretasi:
1)Ciri Spektral, Tercermin dalam tingkat kecerahan atau keabuan atau rona yang diakibatkan oleh nilai pantulan atau nilai pancaran. 
2)Ciri Temporal, Citra Satelit berputar mengitari bumi. Satelit akan melewati daerah yang sama di permukaan bumi pada kurun waktu tertentu, hal ini disebut resolusi temporal. 
3)Ciri Spasial, terdiri atas:
a)Bentuk, ciri ini sendiri dapat membantu untuk mengenali beberapa objek. 
b)Ukuran, baik ukuran relatif maupun ukuran mutlak adalah penting. 
c)Rona, Objek yang berbeda mempunyai sifat pemantulan cahaya yang berbeda. 
d)Pola, berkaitan dengan susunan keruangan objek. 
e)Bayangan, bentuk bayangan menghasilkan suatu profil pandangan objek yang dapat membantu dalam interpretasi. 
f)Letak Topografi, Pengenalan letak topografi sangat penting bagi kajian fisik lahan. 
g)Tekstur, merupakan Frekwensi perubahan rona dalam citra. 
h)Situs, suatu Kenampakan yang dapat disimpulkan karena adanya indikator yang menunjukan letak. i)Asosiasi, setiap jenis objek memiliki ciri-ciri tertentu.

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI(SIG) : 

Sistem Informasi Geografi(SIG) adalah Sistem Informasi yang mendasarkan pada kerja dasar komputer yang mampu memasukan, mengolah(memberi dan mengambil Kembali), memanipulasi, Analisis data, serta memberi uraian.

KOMPONEN SIG: 

a)Masukan Data, Subsistem ini digunakan untuk memasukan dan mengubah bentuk data asli ke bentuk yang dapat diterima serta dapat diolah komputer. 
b)Pengelolaan data, subsistem ini digunakan untuk penimbunan data, perbaikan data, pengelompokan data dan menarik kembali dari arsip data dasar. 
c)Manipulasi dan Analisis data, subsistem ini berfungsi untuk membedakan data yang diproses atau dianalisis dalam SIG dan kemudian mengolahnya Sesuai dengan Analisis yang diinginkan. d)Keluaran data, subsistem ini merupakan Penyajian sebagian atau semua data hasil dan manipulasi serta Analisis data. Informasi dasar maupun hasil Analisis data Geografi secara kualitatif dan kuantitatif di tayangkan pada subsistem ini.

KOMPONEN SIG: 

a)Masukan Data, Subsistem ini digunakan untuk memasukan dan mengubah bentuk data asli ke bentuk yang dapat diterima serta dapat diolah komputer. 
b)Pengelolaan data, subsistem ini digunakan untuk penimbunan data, perbaikan data, pengelompokan data dan menarik kembali dari arsip data dasar. 
c)Manipulasi dan Analisis data, subsistem ini berfungsi untuk membedakan data yang diproses atau dianalisis dalam SIG dan kemudian mengolahnya Sesuai dengan Analisis yang diinginkan. d)Keluaran data, subsistem ini merupakan Penyajian sebagian atau semua data hasil dan manipulasi serta Analisis data. Informasi dasar maupun hasil Analisis data Geografi secara kualitatif dan kuantitatif di tayangkan pada subsistem ini.

PROSES MASUKAN DATA : 

1)Proses Akuisisi, proses Akuisisi merupakan proses pemasukan dan perekaman data yang kemudian diproses dalam komputer. langkah awal ini dilakukan dengan digitasi menggunakan perangkat keras(hardware) seperti meja digitizer, scanner, serta komputer. 
2)Editing, Editing merupakan suatu proses perbaikan hasil digitasi. 
3)Pembangunan Topologi Data, tahap ini bertujuan untuk mengelompokan data menjadi data titik, garis atau Area. 
4)Atribut, pada tahap ini dilakukan Pemberian Identitas atau atribut data. 
5)Transformasi Koordinat, pada tahap ini dilakukan transformasi koordinat dari koordinat meja digitizer(koordinat belum baku) ke koordinat Sesuai lapangan.

PENGELOLAAN DATA : 

1)Pengarsipan, pengarsipan dilakukan untuk Penyimpanan data-data yang nantinya akan dianalisis. 2)Pemodelan, pada pemodelan dilakukan pembuatan Konsep untuk Analisis terhadap suatu data guna memperoleh Informasi baru.

MANIPULASI DAN ANALISIS DATA : 

1)Buffering, fungsi buffer adalah membuat poligon baru berdasarkan jarak yang telah ditentukan pada data garis atau data titik maupun poligon. 
2)Skoring, Pemberian skor dilakukan dengan Pemberian nilai terhadap sifat dari parameter yang digunakan dalam Analisis. 
3)Overlay, Tumpang susun atau overlay suatu data grafis adalah menggabungkan dua atau lebih data grafis untuk memperoleh data grafis baru yang memiliki satuan pemetaan (unit pemetaan). Overlay dapat dilakukan dengan metode identity, union, intersection, dan metode up date.
KELUARAN DATA: Pada tahap ini dilakukan layout peta dan penataan data yang dihasilkan.

MANFAAT SIG : 

1)PENGELOLAAN FASILITAS KOTA :
a)Penempatan pipa dari kabel bawah tanah. 
b)Perencanaan Fasilitas Perawatan. 
c)Pelayanan Jaringan Komunikasi.
d)Perencanaan dan Penelusuran Penggunaan Listrik. 

2)PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM :
a)Studi Kelayakan untuk tanaman Pertanian dan lingkungan. 
b)Pengelolaan hutan, pertanian, air, dan lahan basah. 
c)Analisis dampak lingkungan. 
d)Pengelolaan bencana dan mitigasi. 
e)Lokasi tempat pembuangan sampah. 

3)JARINGAN JALAN :
a)Navigasi kendaraan(rute dan jadwal). 
b)Penempatan perumahan dan jalanan. 
c)Pemilihan Lokasi proyek. 
d)Pelayanan ambulans. 
e)Perencanaan transportasi. 

4)PERENCANAAN DAN REKAYASA :
a)Perencanaan Kota. 
b)Perencanaan wilayah. 
c)Perencanaan rute dan Lokasi jalan tol. 
d)Pembangunan Fasilitas Umum. 

5)SISTEM INFORMASI LAHAN :
a)Administrasi Kadastral. 
b)Pajak. 
c)Zonasi penggunaan tanah. 
d)Akuisisi lahan.

Klik disini untuk selalu mendapatkan info terbaru dari blog ini